Namaku Angkasa.

Sunday, April 18, 2010

 

Picture by: Viviphyd of Deviant Art




Ah. Aku terlahir.

Hem...

Aku tidak peduli kalian siapa. Aku tidak pernah ambil kisah taraf kalian apa. Yang aku tahu kalian adalah manusia. Sama serti aku, kalian hanyalah hamba-Nya.

Aaah...

Namaku Angkasa. Angkasa Sakti. Tidak mahu bicara panjang. Ini hanya memperkenalkan diri. Ini lapangan hatiku. Ini tempat aku menyembur perasaanku. Rumah maya khas untuk diriku.

Aku tidak menjemput kalian datang membacanya. Juga tidak kupinta kalian hadir ke mari memuji muja. Jauh sekali meminta kalian mengkritik hina. Jika kalian hadir, hadir dengan adab. Jika tidak mahu mampir, dengan adab juga kalian meminggir.

Aku tidak pandai bermanis bicara.

Aku kata apa aku mahu kata.

Sini lamanku.

Untuk aku menterjemahkan jiwa.

2 comments:

erma fatiha said...

gharizah manusia..tetap ada afifah(kelembutan) dalam dirinya.

Moga sekeras-keras angkasa tidak akan sampai hati keras terhadap agamanya

Aku said...

angkasa ni keras ke?rasanya angkasa ibarat gumpalan2x gas?tapi indah ciptaanNya..btw,faham kot rasa tak difahami oleh manusia lain..all da best to u...di mana pun kita berdiri,pasti akan ada cinta di situ!